Menagapa Hewan Bisa Membunuh Anaknya Sendiri? Berikut 5 Fakta Infantisida

Diketahui bahwa di dunia hewan, beberapa orang tua dapat menggigit anak-anak mereka. Apakah itu? Secara umum, pembunuhan bayi didefinisikan sebagai tindakan membunuh hewan ibu terhadap anaknya.

Nah, mengapa beberapa hewan tega melakukan ini? Hewan apa yang sering melakukan pembunuhan bayi? Yuk simak artikelnya!

Infantisida sudah terbentuk di alam melalui evolusi

Studi “Evolution of Female Infanticide in Mammals” yang dipublikasikan di situs Royal Society Publishing menunjukkan bahwa pembunuhan bayi di kerajaan hewan kemungkinan besar terjadi di kelas mamalia dan telah ada sejak jaman dahulu. Dengan kata lain, alam telah membentuk pola pemeliharaan hewan melalui evolusi untuk tujuan tertentu.

Di dunia hewan, pembunuhan anak-anak mereka yang baru lahir dapat diamati dalam kehidupan sosial mereka. Misalnya, banyak kasus pembunuhan bayi terjadi di alam liar dan bahkan di penangkaran. Dalam evolusi, pembunuhan bayi termasuk dalam salah satu metode seleksi alam. Ini juga membuktikan bahwa seleksi alam tidak terjadi begitu saja dari luar, bisa juga terjadi dari dalam.

Alasan kenapa banyak spesies hewan melakukan infantisida

Nah, alangkah baiknya jika kita melihat bahwa anak-anak hewan dapat diasuh oleh ibunya dengan cara yang baik dan penuh kasih sayang. Pembunuhan anak-anak mungkin merupakan pemandangan yang tidak biasa dan bahkan menakutkan. Namun, pembunuhan bayi dianggap sebagai cara bagi spesies hewan untuk mempertahankan jumlah mereka di alam.

Menurut halaman majalah Smithsonian, beberapa alasan ilmiah untuk pembunuhan bayi hewan adalah sebagai berikut:

  • Hal ini berkaitan dengan faktor reproduksi pada induk jantan. Biasanya, ibu tidak akan kawin jika mereka menjaga anaknya. Di sinilah naluri seorang pria dewasa bisa membunuh keturunannya.
  • Strategi induk jantan dalam mengurangi persaingan di alam liar. Untuk alasan ini, dalam hal ini, lebih mudah bagi para ilmuwan untuk membaca pola pembunuhan bayi pada mamalia.
  • Dominasi ayah laki-laki sebagai alpha (pemimpin kelompok) yang secara tidak langsung mempengaruhi perilaku mereka terhadap keturunannya.
  • Baik ibu dan betina melihat bahwa anak-anaknya terlalu lemah untuk bertahan hidup di alam liar. Inilah alasan sebagian besar operasi pembunuhan bayi dilakukan oleh hewan.
  • Seleksi alam harus terjadi dari dalam. Dalam hal ini, seleksi alam tidak mempertimbangkan apakah suatu spesies kuat atau tidak. Pada prinsipnya, siapapun yang cocok (beradaptasi) dengan alam, merekalah yang melalui seleksi alam.
Berita Lainnya  10 Bulan Paling Aneh Di Tata Surya, Ternyata Ada Yang Mirip Dengan Bumi

Pembunuhan bayi masih menjadi subjek penelitian, studi dan penelitian oleh ahli zoologi di seluruh dunia. Terkadang, butuh waktu lama untuk mendapatkan hasil atau kesimpulan tentang perilaku ini.

Spesies apa saja yang sering membunuh anaknya sendiri?

Menurut penelitian, ditemukan bahwa kelas mamalia di kingdom animalia lebih sering melakukan pembunuhan bayi. Namun, juga telah ditunjukkan bahwa banyak kelas lain seperti serangga, ikan, amfibi, dan burung dapat melakukannya dengan keturunannya. Nah, secara spesifik, hewan apa saja yang sering melakukan tindakan brutal ini?

Ternyata, jawabannya sangat luas dan beragam. Dari keluarga kucing (kucing dan singa domestik), simpanse, tikus, beruang, bangau, meerkat, kera, berang-berang, dan bahkan lumba-lumba dapat melakukan ini. Di dunia reptil, komodo betina bisa memakan telurnya sebagai makanan pengganti selama beberapa bulan, menjaga telurnya.

Terkadang, hewan membunuh untuk bersenang-senang

Seperti yang diulas di halaman Wildlife Informer, beberapa spesies mamalia laut seperti paus pembunuh dan lumba-lumba dapat membunuh rekan-rekan mereka yang lebih muda untuk tujuan hiburan. Bahkan, kadang-kadang dikaitkan dengan kematian mamalia laut yang cerdas.

Lumba-lumba, misalnya, dapat dengan mudah menyembelih anak-anaknya untuk dua tujuan. Pertama, bayi lumba-lumba menjadi beban kelompok. Kedua: Pembunuhan dilakukan dengan tujuan hiburan atau hiburan. Apakah kata kerja ini merujuk pada komponen psikopat dari kerajaan hewan? Para ilmuwan dan ahli zoologi harus melakukan banyak studi lanjutan untuk sampai pada kesimpulan.

Hubungan antara infantisida dan kanibalisme

Apakah perilaku ini terkait dengan kanibalisme? Pada dasarnya, keduanya memiliki arti yang sangat berbeda. Dalam kasus pembunuhan bayi, pembunuhan tidak selalu mengarah pada kanibalisme. Ada banyak hewan yang membunuh anaknya dan tidak memakannya. Ini disebut membunuh anak-anak tanpa kanibalisme.

Berita Lainnya  Jangan Coba Potong, Ini 6 Fungsi Penting Kumis pada Kucing

Namun, ada kalanya pembunuhan bayi juga mengarah pada kanibalisme. Menurut Science ABC, hewan seperti hamster, tikus, dan kucing dapat melakukan keduanya sekaligus. Kelinci juga bisa menggigit kanibal, tetapi mereka biasanya hanya memakan anak mereka yang lahir mati.

Alasan paling umum terjadinya kanibalisme pada anak adalah suplai nutrisi dan energi dari ibu yang baru saja melahirkan anaknya. Selanjutnya jika seorang ibu melihat salah satu anaknya yang dianggapnya paling lemah, maka induk betina akan memangsa anaknya sebagai bagian dari seleksi alam.

Nah, itulah beberapa fakta ilmiah tentang pembunuhan bayi, dan seleksi alam yang terjadi dari dalam populasi. Kedengarannya mengerikan, tapi itulah yang seharusnya terjadi di dunia binatang liar. Semoga bisa menambah pengetahuan Anda, ya!